Meskipun sama-sama bermain ski di atas air, akan tetapi yang membedakan Barefooting dengan kebanyakan kegiatan ski air adalah penggunaan alas.
(Source: www.pexels.com)

Melakukan sesuatu yang sangat menantang mungkin tidak minati oleh beberapa orang. Tidak hanya terkadang hal tersebut sangatlah tidak masuk akal, tetapi mungkin juga memiliki resiko bahaya yang sangat tinggi. Meski begitu, sebagian masyarakat yang sengaja mencari pengalaman menegangkan pasti setidaknya pernah melakukan salah satu kegiatan olahraga ekstrim.

Olahraga ekstrim merupakan kegiatan yang biasanya melibatkan kecepatan, ketinggian, tingkat pengerahan tenaga yang sangat tinggi, dan juga peralatan yang sangat canggih yang dirancang khusus untuk olahraga tersebut. Berbeda dengan kegiatan olahraga pada umumnya, olahraga ekstrim tidak disarankan untuk orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Hal ini dikarenakan kegiatan yang dilakukan biasanya berada di medan ekstrim seperti pegunungan. Sementara cuaca sendiri, kegiatan terkadang meliputi hal-hal yang menyangkut angin, salju, dan air. Olahraga tersebut sengaja dilakukan di alam dengan cuaca yang tidak menentu karena cuaca tidak dapat diprediksi dan dikontrol, sehingga hal tersebut menambah tingkat kesulitan olahraga ekstrim. Salah satu olahraga tersebut adalah Barefooting atau Ski Barefoot.

Sejenis Dengan Ski Air

Meskipun sama-sama bermain ski di atas air, akan tetapi yang membedakan Barefooting dengan kebanyakan kegiatan ski air adalah penggunaan alas. Para penggiat ski air terbiasa untuk menggunakan papan yang terbuat dari gabungan uretan, serat fiber, dan aluminium. Sementara para ‘barefooters’ hanya menggunakan kaki telanjang saja. Alasannya adalah untuk mendapatkan sensasi yang dirasa karena bermain ski tidak beralas dalam kecepatan 40 mil per jam.

Barefooting merupakan olahraga air yang sangat terkenal di beberapa negara pesisir. Secara singkat, olahraga ini mengharuskan seseorang untuk berpegangan pada satu tali yang tersambung pada perahu kecil. Meski kecepatan normalnya adalah 40 mil per jam, tetapi kecepatan dapat diukur sesuai dengan berat badan orang tersebut sehingga mereka akan dengan mudah mengatur posisi untuk dapat berdiri.

Olahraga Ekstrim Ini Diciptakan Oleh Anak Berumur 17 Tahun

Menilik sejarahnya, Barefooting berasal dari Winter Haven, Florida. Meskipun orang pertama yang difoto melakukan Barefooting adalah Richard Downing “Dick” Pope Jr, tetapi penemu olahraga ini adalah seorang anak bernama A. G. Hancock di tahun 1947. Kemudian, kompetisi Barefooting pertama diadakan pada tahun 1950 di Cypress Garden yang diikuti oleh Pope dan seorang kompetitor asal Meksiko bernama Emilio Zamudio. Kompetisi tersebut hanya diikuti oleh dua orang saja karena pada saat itu masih belum ada orang-orang yang digaungi sebagai atlet Barefooting. Olahraga ini tidak hanya diminati oleh para pria, tetapi juga wanita. Charlene Zint merupakan wanita pertama yang melakukan Barefooting di tahun 1951.

Selang beberapa tahun, olahraga ini kemudian masuk ke Australia sekitar tahun 1960an. Bahkan, bulan April tahun 1963 merupakan tahun pertama Australia mengadakan kompetisi Barefooting tingkat nasional yang turut serta dimeriahkan oleh 38 kompetitor.

Tidak Hanya Mengambang di Atas Air

Meski terkesan mudah karena salah teknik utama dalam Barefooting adalah mengambang di atas air, akan tetapi olahraga tersebut memiliki beberapa teknik untuk menambah tingkat kesulitan. Sepanjang tahun 1950an, teknik Barefooting mulai bermunculan. Beberapa di antaranya adalah two-ski jump out, the beach start yang diciptakan oleh Ken Tibado pada tahun 1955), dan the deep water start yang diciptakan oleh Joe Cash di tahun 1958.

Selain itu, ada juga salah satu teknik yang ‘tidak sengaja’ diciptakan oleh Terry Vance. Di tahun 1960, Vance ‘melakukan’ tumble-turn maneuver karena mengalami kecelakaan ketika sedang melakukan rutin double barefoot dan jatuh ke belakang ketika step-off dengan pasangannya, Don Thomson yang masih berada di skinya, memutarnya maju ke depan. Membuat Vance dapat kembali ke posisi berdiri. Kemudian, teknik selanjutnya adalah teknik milik Randy Rabe yang diciptakan di tahun 1961. Rabe merupakan orang pertama yang melakukan Barefooting sembari berdiri menghadap ke arah belakang dengan cara melangkah ke belakang ketika sedang melakukan salah satu trik ski. Manuver yang dilakukan Rabe sebenarnya pernah dilakukan Pope di tahun 1950, akan tetapi dia tidak ingin melakukan hal itu lagi setelah pernah mengalami kecelakaan.

Siapkan Peralatan Ini Sebelum Memulai Barefooting

Apabila Anda ingin mencoba, peralatan pertama yang harus Anda miliki adalah perahu. Barefooting membutuhkan perahu sebagai alat penarik yang dapat mengarungi air dengan kecepatan 30 hingga 45mph. Beberapa perahu bahkan ada yang dibuat khusus untuk Barefooting. Selanjutnya, pegangan dan tali adalah hal yang krusial lain yang harus dimiliki. Tetapi, pegangan yang disarankan bukanlah pegangan biasa. Melainkan pegangan yang memiliki safety release sehingga Anda bisa melepaskan diri dari perahu apabila Anda mengalami kesulitan dengan talinya. Untuk tali sendiri, Anda dapat menggunakan tali penarik berbahan nilon sepanjang 75.00 kaki. Akan tetapi, tali yang disarankan adalah tali yang dibuat khusus untuk kegiatan ski yaitu tali yang terbuat dari Poly-E atau Spectra.

Selain hal-hal penting di atas, Anda juga disarankan untuk memiliki alat pribadi yang dapat membuat Anda mengambang. Salah satunya adalah pakaian renang yang padded sehingga Anda tidak perlu menggunakan jaket pelampung. Kemudian untuk peralatan opsional lainnya, Anda dapat menggunakan celana renang neoprene sebagai pelengkap pakaian renang padded. Terakhir, Anda dapat membeli sepatu ski untuk digunakan sebagai alat pembantu ketika sedang berlatih. Sepatu ski merupakan sepatu yang memiliki papan ski kecil yang berukuran hanya beberapa inci saja dari ukuran kaki Anda. Sepatu ski dapat digunakan dalam kecepatan yang lamban yakni sekitar 18.00mph.