5 Teknik Dasar Parkour Bagi Pemula

Ingin mencoba olahraga ekstrim namun tidak memiliki waktu untuk melakukannya? Santai, Anda bisa mencoba beberapa teknik olahraga yang tergolong ekstrim, yaitu Parkour. Olahraga ini termasuk ke dalam kegiatan ekstrim karena sangat memacu adrenalin untuk memanjat atau melompat dari gedung satu ke gedung lainnya. Butuh keahlian khusus untuk bisa melakukan olahraga ini. Bagi Anda yang masih pemula, jangan khawatir, Anda tetap bisa mencoba gerakan-gerakan dasar dalam Parkour dengan alat-alat dan rintangan yang cukup sederhana. Nah, sebelum menjadi seorang ahli dalam bidang Parkour, Anda dapat mempelajari teknik-teknik dasar berikut ini.

Lompatan ke Atas dan Bawah

Teknik ini merupakan hal yang paling dasar sebelum berlanjut ke teknik berikutnya. Teknik ini mengharuskan Anda untuk melompat dengan tumpuan kedua kaki dari bawah ke atas begitupun sebaliknya. Nampak sederhana? Tunggu dulu, teknik ini memang kelihatan sederhana namun dengan hal ini bisa melatih kekuatan dan fleksibilitas kaki Anda. Kemampuan fleksibel tersebut akan terlatih karena saat Anda akan melompat dari bawah atau dari atas, Anda agak sedikit menekuk kedua lutut saat ingin melompat.

Hal ini terkait dengan fleksibilitas dan kekuatan pada saat kaki menyentuh tanah atau pijakannya. Oleh karena itu, Anda harus menguasai teknik paling dasar ini dulu. Sebelum berlanjut ke teknik berikutnya.

Wall Climb

Dari istilahnya saja, pasti Anda sudah bisa menebak bagaimana teknik ini dilakukan. Teknik ini juga merupakan hal dasar dalam olahraga sbobet88 Parkour yaitu memanjat tembok. Teknik ini akan membantu melatih tubuh bagian atas Anda karena dasarnya teknik ini menarik tubuh ke atas.

Untuk bisa lancar melakukan teknik ini, Anda bisa melakukan latihan pull up. Hal ini akan membuat otot bagian atas akan semakin kuat mengangkat badan Anda sendiri. Dalam olahraga Parkour, Wall Climb menjadi salah satu teknik yang sangat dibutuhkan. Terlebih fokus tantangan yang dihadapi adalah tembok atau dinding gedung tinggi.

Vaulting

Teknik Vaulting sudah masuk ke gerakan yang mulai sulit, namun tetap masih tergolong dalam teknik dasar. Pada teknik ini, tantangannya adalah gerakan kaki dan tangan yang sinkron serta timing yang tepat dalam melompati rintangan.

Vaulting memang sangat beragam, ada yang hanya dengan satu tangan, namun karena ini sebagai teknik dasar yang harus dikuasai, Anda harus masih perlu menggunakan kedua tangan. Vaulting akan membuat Anda dapat melompati serta melewati halang rintang yang cukup besar, misalnya meja taman.

Swinging Through

Gerakan ini dilakukan dengan cara bergelantungan melewati rintangan. Dasar dari teknik Swinging Through adalah berlari lalu menggapai tiang dengan kedua tangan serta mengayunkan badan untuk melewati rintangan tersebut.

Karena bergantung dengan tangan dan kaki, keseimbangan badan adalah hal utama yang diperlukan dalam teknik ini. Kalau saat berlari dan hentakan tangan pertama tidak seimbang, sudah pastikan Anda akan terjatuh. Oleh karena itu, kaki yang mengayun badan Anda juga harus kuat agar ayunan yang dibuat oleh badan Anda dapat mengantar melewati rintangan tersebut.

Saat mendarat dari Swinging Through, pastikan Anda mendarat dengan bertumpu pada kedua kaki. Hal ini berkaitan dengan keharusan Anda untuk berlari kembali. Pendaratan dari Swinging Through juga harus sering dilatih, supaya bisa terus melanjutkan dan menyelesaikan rintangan lainnya.

Cat Leap

Istilah ‘cat’ dalam Cat Leap memang mengharuskan Anda untuk melompat ke dinding atau rintangan lain seperti seekor kucing. Teknik ini merupakan gerakan kombinasi dari melompat dan Wall Climbing. Oleh sebab itu, tidak hanya keseimbangan, kekuatan tubuh bagian atas dan kaki juga menjadi kunci dari teknik ini.

Teknik ini memiliki risiko yang cukup tinggi. Namun risiko tersebut juga tergantung pada seberapa tinggi loncatan dan tembok yang akan dilalui. Teknik ini cukup populer digunakan karena Parkour banyak dilakukan di wilayah perkotaan yang banyak gedung tinggi. Tembok-tembok tinggi adalah rintangan utama yang harus dilewati dengan perhitungan yang pas.

Itulah beberapa teknik dasar dalam olahraga Parkour. Ingat, sebelum melakukan teknik tersebut Anda perlu melakukan pemanasan atau stretching. Hal ini bertujuan untuk menghindari kram dan kaku otot saat Anda sedang melakukan teknik tersebut.

Sedikit tips, sebelum siap terjun ke wilayah dengan rintangan yang sebenarnya, atau geedung-gedung tinggi, Anda bisa memanfaatkan beberapa peralatan rumah untuk menjadi bahan latihan Anda. Misalnya meja taman, sofa, bangku atau tembok rumah Anda.




Lakukan Kegiatan Adrenaline Rush Ini di Indonesia!

Kepopuleran olahraga ini menjadikan spot paragliding sebagai tempat yang paling ramai dikunjungi,
(Source: www.pexels.com)

Meski banyak kegiatan yang dapat dilakukan di Indonesia, akan tetapi kegiatan pemacu adrenalin (adrenaline rush) rupanya masih minim diminati oleh masyarakat. Padahal, memanjakan rasa penasaran akan hal-hal yang ekstrim seperti olahraga ekstrim dapat menambah daftar pengalaman menyenangkan dalam hidup Anda.

Berbicara mengenai olahraga ekstrim, ternyata Anda bisa melakukan 9 kegiatan adrenaline rush ini di Indonesia, loh! Tidak dipungkiri lagi, Indonesia memiliki banyak sekali medan dan rintangan cuaca yang sangat cocok untuk beberapa kegiatan di bawah ini. Apakah Anda siap untuk mencobanya? Simak daftar berikut.

1. Paragliding (Puncak, Jawa Barat)

Paragliding merupakan olahraga ekstrim yang rekreasional dan tidak hanya dibolehkan bagi para atlet saja. Ketika Anda berada di kawasan Puncak dan melihat ke langit, pasti Anda pernah melihat setidaknya dua atau tiga glider yang meluncur ke bawah. Entah itu hanya dinaiki oleh satu orang, atau bahkan dua orang.

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang tidak boleh dilewati untuk dicoba ketika sedang berkunjung ke Puncak. Pasalnya, paragliding tidak hanya menyenangkan dan memacu adrenalin, tetapi Anda juga akan dapat kesempatan untuk melihat indahnya Puncak dari langit. Dan juga, Anda pastinya akan dibuat takjub oleh kesegaran udara yang masih dimiliki kawasan tersebut.

Kepopuleran olahraga ini menjadikan spot paragliding sebagai tempat yang paling ramai dikunjungi. Terlebih lagi oleh para orang-orang yang sengaja mencari adrenaline rush. Tidak hanya ramai akan wisatawan lokal, tetapi tempat ini juga ramai oleh wisatawan asing.

2. Berselancar (Lombok)

Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang mana sebagian dari pulau tersebut dapat dikatakan sebagai surga bagi pencari ombak. Terletak di antara Bali dan Sumbawa, Lombok yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu dari belasan ribu pulau tersebut yang sangat terkenal akan ombaknya. Menjadikan Lombok sebagai salah satu tujuan utama para pecinta olahraga selancar di seluruh dunia.

Beberapa hal yang menjadikan Lombok sangat terkenal adalah Anda dapat berselancar kapan saja karena airnya selalu hangat. Selain itu, Lombok tetap memiliki ombak walaupun sedang musim kering. Apabila ingin berselancar di musim kering, waktu yang tepat untuk melakukannya adalah berselancar di pagi buta. Kemudian, meskipun Lombok memiliki kualitas ombak yang sedikit rendah dan tidak terlalu intens seperti Bali (kecuali Desert Point), tetapi hal inilah yang membuat Lombok sangat cocok bagi mereka yang baru belajar berselancar. Selain ombaknya sangat bersahabat, pantainya juga tidak terlalu penuh.

Apabila Anda tertarik, Lombok memiliki beberapa tempat yang sangat bagus untuk berselancar. Di antaranya adalah Desert Point Bangko-Bangko, Seger, Mawi, Senggigi, dan Pantai Gerupuk. Tidak hanya menawarkan ombak dan angin yang cocok untuk berselancar, tetapi tempat-tempat tersebut juga menawarkan keindahan alam yang tidak tertandingi.

3. Triathlon (Pulau Bintan)

Triathlon adalah sekumpulan olahraga yang digabung menjadi satu dan dilaksanakan selama beberapa hari berturut-turut tanpa henti. Walaupun jenis kegiatan yang dilakukan sangat beragam, tetapi kegiatan yang sering dilakukan adalah berenang, bersepeda, dan berlari dalam jarak yang beragam.

Bagi sebagian orang, olahraga ini mungkin sangatlah asing di Indonesia. Akan tetapi, kegiatan ini sangatlah direkomendasikan bagi mereka yang ingin mencoba untuk berkompetisi dalam ketahanan tubuh selama melakukan rangkaian kegiatan tersebut. Diorganisasi oleh salah satu perusahaan olahraga, Bintan Triathlon merupakan acara tahunan yang diadakan di kawasan pariwisata Nirwana Gardens.

Kegiatan yang ditawarkan dalam Bintan Triathlon sangatlah beragam. Dimulai dari berenang, lomba bersepeda, dan festival lari. Kegiatan ini tidak hanya dapat dilakukan oleh para atlet triathlon, tetapi juga dapat dilakukan oleh para penggiat triathlon baru.

4. Paddleboard Yoga (Bali)

Yoga merupakan salah satu olahraga yang tidak hanya dapat menguatkan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual. Meskipun bukan sebuah olahraga ekstrim, tetapi yoga dapat dijadikan sebuah olahraga ekstrim apabila dilakukan di atas paddleboard.

Di pantai Sanur, Anda dapat melakukan berbagai macam aktivitas yoga di atas paddleboard. Anda tidak hanya akan mempelajari kegiatan dasar yoga dengan pose dan teknik bernapas yang benar, tetapi juga bagaimana berdiri di atas paddleboard di tengah-tengah lautan. Walaupun lebih rumit, tetapi versi lain dari yoga ini dapat membantu Anda jauh lebih nyaman dan tenang dengan bantuan angin laut dan hamparan ombak.

5. Flyboarding (Tanjung Benoa)

Salah satu olahraga ekstrim yang sedang naik daun adalah flyboarding. Kegiatan ini adalah kegiatan yang membuat Anda harus berdiri di atas sebuah alat hydroflighting yang tersambung ke jet air yang nantinya akan membuat Anda terbang. Untuk ketinggiannya, Anda dapat terbang dari 5 hingga 10 meter.

Meskipun terdengar sulit, tetapi ternyata banyak orang-orang yang telah mencobanya menganggap bahwa olahraga tersebut sangatlah mudah untuk dikontrol. Hanya dalam 15 menit pertama, Anda sudah dapat menguasai beberapa kontrol dasar dari alat itu sendiri.

Barefooting: Olahraga Ekstrim Tanpa Alas Kaki

Meskipun sama-sama bermain ski di atas air, akan tetapi yang membedakan Barefooting dengan kebanyakan kegiatan ski air adalah penggunaan alas.
(Source: www.pexels.com)

Melakukan sesuatu yang sangat menantang mungkin tidak minati oleh beberapa orang. Tidak hanya terkadang hal tersebut sangatlah tidak masuk akal, tetapi mungkin juga memiliki resiko bahaya yang sangat tinggi. Meski begitu, sebagian masyarakat yang sengaja mencari pengalaman menegangkan pasti setidaknya pernah melakukan salah satu kegiatan olahraga ekstrim.

Olahraga ekstrim merupakan kegiatan yang biasanya melibatkan kecepatan, ketinggian, tingkat pengerahan tenaga yang sangat tinggi, dan juga peralatan yang sangat canggih yang dirancang khusus untuk olahraga tersebut. Berbeda dengan kegiatan olahraga pada umumnya, olahraga ekstrim tidak disarankan untuk orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Hal ini dikarenakan kegiatan yang dilakukan biasanya berada di medan ekstrim seperti pegunungan. Sementara cuaca sendiri, kegiatan terkadang meliputi hal-hal yang menyangkut angin, salju, dan air. Olahraga tersebut sengaja dilakukan di alam dengan cuaca yang tidak menentu karena cuaca tidak dapat diprediksi dan dikontrol, sehingga hal tersebut menambah tingkat kesulitan olahraga ekstrim. Salah satu olahraga tersebut adalah Barefooting atau Ski Barefoot.

Sejenis Dengan Ski Air

Meskipun sama-sama bermain ski di atas air, akan tetapi yang membedakan Barefooting dengan kebanyakan kegiatan ski air adalah penggunaan alas. Para penggiat ski air terbiasa untuk menggunakan papan yang terbuat dari gabungan uretan, serat fiber, dan aluminium. Sementara para ‘barefooters’ hanya menggunakan kaki telanjang saja. Alasannya adalah untuk mendapatkan sensasi yang dirasa karena bermain ski tidak beralas dalam kecepatan 40 mil per jam.

Barefooting merupakan olahraga air yang sangat terkenal di beberapa negara pesisir. Secara singkat, olahraga ini mengharuskan seseorang untuk berpegangan pada satu tali yang tersambung pada perahu kecil. Meski kecepatan normalnya adalah 40 mil per jam, tetapi kecepatan dapat diukur sesuai dengan berat badan orang tersebut sehingga mereka akan dengan mudah mengatur posisi untuk dapat berdiri.

Olahraga Ekstrim Ini Diciptakan Oleh Anak Berumur 17 Tahun

Menilik sejarahnya, Barefooting berasal dari Winter Haven, Florida. Meskipun orang pertama yang difoto melakukan Barefooting adalah Richard Downing “Dick” Pope Jr, tetapi penemu olahraga ini adalah seorang anak bernama A. G. Hancock di tahun 1947. Kemudian, kompetisi Barefooting pertama diadakan pada tahun 1950 di Cypress Garden yang diikuti oleh Pope dan seorang kompetitor asal Meksiko bernama Emilio Zamudio. Kompetisi tersebut hanya diikuti oleh dua orang saja karena pada saat itu masih belum ada orang-orang yang digaungi sebagai atlet Barefooting. Olahraga ini tidak hanya diminati oleh para pria, tetapi juga wanita. Charlene Zint merupakan wanita pertama yang melakukan Barefooting di tahun 1951.

Selang beberapa tahun, olahraga ini kemudian masuk ke Australia sekitar tahun 1960an. Bahkan, bulan April tahun 1963 merupakan tahun pertama Australia mengadakan kompetisi Barefooting tingkat nasional yang turut serta dimeriahkan oleh 38 kompetitor.

Tidak Hanya Mengambang di Atas Air

Meski terkesan mudah karena salah teknik utama dalam Barefooting adalah mengambang di atas air, akan tetapi olahraga tersebut memiliki beberapa teknik untuk menambah tingkat kesulitan. Sepanjang tahun 1950an, teknik Barefooting mulai bermunculan. Beberapa di antaranya adalah two-ski jump out, the beach start yang diciptakan oleh Ken Tibado pada tahun 1955), dan the deep water start yang diciptakan oleh Joe Cash di tahun 1958.

Selain itu, ada juga salah satu teknik yang ‘tidak sengaja’ diciptakan oleh Terry Vance. Di tahun 1960, Vance ‘melakukan’ tumble-turn maneuver karena mengalami kecelakaan ketika sedang melakukan rutin double barefoot dan jatuh ke belakang ketika step-off dengan pasangannya, Don Thomson yang masih berada di skinya, memutarnya maju ke depan. Membuat Vance dapat kembali ke posisi berdiri. Kemudian, teknik selanjutnya adalah teknik milik Randy Rabe yang diciptakan di tahun 1961. Rabe merupakan orang pertama yang melakukan Barefooting sembari berdiri menghadap ke arah belakang dengan cara melangkah ke belakang ketika sedang melakukan salah satu trik ski. Manuver yang dilakukan Rabe sebenarnya pernah dilakukan Pope di tahun 1950, akan tetapi dia tidak ingin melakukan hal itu lagi setelah pernah mengalami kecelakaan.

Siapkan Peralatan Ini Sebelum Memulai Barefooting

Apabila Anda ingin mencoba, peralatan pertama yang harus Anda miliki adalah perahu. Barefooting membutuhkan perahu sebagai alat penarik yang dapat mengarungi air dengan kecepatan 30 hingga 45mph. Beberapa perahu bahkan ada yang dibuat khusus untuk Barefooting. Selanjutnya, pegangan dan tali adalah hal yang krusial lain yang harus dimiliki. Tetapi, pegangan yang disarankan bukanlah pegangan biasa. Melainkan pegangan yang memiliki safety release sehingga Anda bisa melepaskan diri dari perahu apabila Anda mengalami kesulitan dengan talinya. Untuk tali sendiri, Anda dapat menggunakan tali penarik berbahan nilon sepanjang 75.00 kaki. Akan tetapi, tali yang disarankan adalah tali yang dibuat khusus untuk kegiatan ski yaitu tali yang terbuat dari Poly-E atau Spectra.

Selain hal-hal penting di atas, Anda juga disarankan untuk memiliki alat pribadi yang dapat membuat Anda mengambang. Salah satunya adalah pakaian renang yang padded sehingga Anda tidak perlu menggunakan jaket pelampung. Kemudian untuk peralatan opsional lainnya, Anda dapat menggunakan celana renang neoprene sebagai pelengkap pakaian renang padded. Terakhir, Anda dapat membeli sepatu ski untuk digunakan sebagai alat pembantu ketika sedang berlatih. Sepatu ski merupakan sepatu yang memiliki papan ski kecil yang berukuran hanya beberapa inci saja dari ukuran kaki Anda. Sepatu ski dapat digunakan dalam kecepatan yang lamban yakni sekitar 18.00mph.